Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu, keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering, yaitu Alta Gracia (Cordoba) namun kesehatannya tidak membaik.
Pendidikan dasar ia dapatkan di rumah sebagian dari ibunya, Celia de la Serna. Pada usianya yang begitu mufa, Che Guevara telah menjadi seorang pembaca yang lahap. Ia rajin membaca literature tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Memasuki sekolah menengah pertama (1941) di Colegio Nacional Dean Funes (Cordoba). Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga.
Di rumahnya, Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang saudara Spanyol, juga oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini menuncak di bawah pemerintahan diktaktor fasis kiri, Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara.
| B |
erbagai peristiwa tertanam kuat dalam diri Guevara, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomime yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya. Muncul pulalah kebencian akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan terutama kepada dolar Amerika Serikat yang dianggap sebagai lambing kapitalisme.
Meski demikian di sama sekali tidak ikut dalam gerakan pelajar revolusioner. Ia hanya menunjukan sedikit minat dalam bidnag politik di Universitas Buenes Aires (1947), tempat ia belajar ilmu kedokteran.
Pada awalnya ia hanya tertarik memperdalam penyakit kusta.